ADS Scholarship Selection, The Experience
“Success occurs when opportunity meet preparation”
Saya tidak tahu, apakah tulisan berikut ini dikategorikan sebagai cerita, pengalaman atau kumpulan tips, what ever it is, saya harap apa yang saya tuliskan dapat membantu teman-teman pejuang beasiswa, enjoy…
Beasiswa ADS adalah beasiswa yang diberikan pemerintah Australia melalui AusAID untuk sekolah di universitas di Australia. Terdapat 2 seleksi untuk diterima dalam beasiswa ini, pertama seleksi administrasi dan JST Interview (termasuk tes kemampuan bahasa Inggris, IELTS).
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses seleksi beasiswa ini (maaf ini berdasarkan pengalaman saya dan hasil konsultasi kesana- sini
1. Kelengkapan dokumen
a. Penting untuk melengkapi semua persyaratan yang diminta, Pelajari form dan petunjuk pengisian dengan seksama, jangan sampai ada persyaratan yang terlewat, berkas aplikasi yang tidak lengkap kemungkinan tidak akan lolos sortir dan jelas tidak terbaca sama sekali. Bila ada dokumen yang tidak bisa disertakan pada saat itu, sertai keterangan, misalkan sertifikat IELTS tidak bisa disatukan dengan berkas karena akan dikirim oleh IALF, sisipkan lembaran yang menerangkan hal tersebut dan cantumkan kontak person IALF. Dokumen yang lengkap dan benar menandakan bahwa kita adalah pelamar serius.
b. Ingat! Legalisir semua dokumen yang di-copy, minimal diberi tanda “original sight” oleh IDP.
2. Pengisian Formulir
a. Formulir diisi dengan huruf CETAK, bukan huruf kapital.
b. Terdapat 4 bidang prioritas pembangunan kerjasama Indonesia – Australia dan salah satu bidang pembangunan mungkin highly competitive dibandingkan dengan yang lain. Pilih salah satu bidang yang memang benar-benar sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan, atau jika tidak ada hubungannya dengan salah satu bidang tersebut, walaupun disediakan kolom bagi pelamar dengan background yang tidak sesuai, usahakan untuk mengaitkan background dengan PDA. Consider wisely to choose the PDA.
c. Gunakan bahasa yang sederhana, jelas dan mudah dimengerti. Sampaikan bahwa apa yang kita lakukan di masa lalu, masa sekarang dan masa depan, memberikan dampak yang besar untuk orang sekitar. Selalu berikan contoh dan bukti dengan fakta dan data.
d. Dalam kolom isian “pekerjaan yang diharapkan setelah selesai studi”, hal yang paling penting adalah menjelaskan bagaimana studi tersebut dapat bermanfaat untuk menghadapi tantangan dalam pekerjaan tersebut.
e. Kontribusi setelah selesai studi: Sampaikan cita-cita, pekerjaan atau rencana di masa depan yang mudah diukur. Jangan terjebak menggunakan bahasa metaphor yang klise. Seperti “setelah mendapat gelar master di Australia saya yakin akan dapat memberikan kontribusi yang berarti untuk kejayaan bangsa Indonesia”
3. Bocoran untuk Riset student dari sumber terpercaya: banyak riset student yang tidak lulus karena kurang memahami hipotesis, metodologi dan orisinalitas materi. Most important thing:
a. What is your original contribution to the body of knowledge
b. Pekerjaan pada saat ini dan yang akan dilakukan mendatang
4. The CV
a. Consistency is the point! Hanya masukan informasi yang berkaitan dengan background pendidikan, dan bidang pekerjaan. Usahakan selaras dengan apa yang disampaikan di form dan ketika wawancara juga.
b. Usahakan tidak lebih dari 3 lembar.
c. Buat dalam format yang sederhana dan mudah dibaca
5. IELTS Test
Format IELTS sama sekali berbeda dengan TOEFL, jika belum tahu tes IELTS, sangat penting untuk BERLATIH! Ketika saya tes, dua orang peserta salah mengisikan jawaban listening ke kolom jawaban reading. Kemudian ada yang tidak mengetahui bahwa pada Listening IELTS tidak disebutkan nomor pertanyaan seperti pada TOEFL, akhirnya ia hanya menjawab 2 dari 4 section!
6. JST Interview
· Interview adalah tes yang paling menentukan pada keseluruhan proses ini. Intinya adalah untuk menilai kelayakan kandidat untuk mendapatkan beasiswa dan mengetahui kesiapan untuk belajar di Australia.
· Pelamar master biasanya hanya ditanyai seputar pilihan Universitas dan pengetahuan mengenai universitas tersebut dan lingkungan pendukung.
· Sedangkan pelamar program riset lebih banyak ditanya mengenai riset dan metode penelitiannya.
· Persiapkan wawancara dengan baik, kuasai apa yang ditulis di formulir aplikasi dan CV. Sebaiknya hal-hal yang dituliskan di dalam formulir aplikasi dan CV dibuat menjadi sebuah ringkasan atau semacam tulisan. Sehingga memudahkan kita untuk tetap berbicara on the track pada saat wawancara. Tetapi ketika wawancara usahakan menjawab pertanyaan se-natural mungkin.
· Persiapan mental adalah hal yang penting, saya berusaha menanamkan dalam pikiran saya bahwa mereka adalah rekan yang akan menanyakan tentang kesiapan sekolah saya. Tapi tetap saja saya gugup ketika wawancara dan sempat meminta waktu untuk menarik nafas saking gugupnya. Setelah itu saya bisa lebih menguasai diri.
· Pewawancara akan menghargai usaha yang telah kita lakukan untuk persiapan sekolah, sampaikan usaha apa saja yang telah dilakukan berkaitan dengan hal tersebut. Pertanyaan pertama yang saya dapatkan dari pewawancara (Prof. dari Univ. of Tasmania) mengapa anda memilih University of Queensland? Saya jawab “ saya sarjana komunikasi yang mengajar di jurusan komunikasi dan berminat dengan bidang komunikasi untuk perubahan social. Saya sudah browsing di internet dan mendatangi agen pendidikan Australia untuk mencari tahu universitas yang menawarkan bidang tersebut, ada 3 universitas, yaitu McQuarie Uni, New Castle dan The Uq..” pewawancara langsung memotong dan terlihat terkesan, “oh jadi anda sudah melakukan riset dan mencari tahu” saya lanjut “ ya, dan ternyata di Mc Quarie dan New Castle bidang tersebut hanya diberikan sebagai salah satu mata kuliah di jurusan XX (saya lupa). hanya UQ satu-satunya uni yang menawarkan spesialisasi komunikasi untuk perubahan social, dan ketika saya melihat course listnya saya langsung merasa bahwa THIS IS REALLY WHAT I WANT TO LEARN AND WHAT I NEED TO LEARN” si professor langsung memotong “so you know exactly, ok, I’m done!” . jadi sebetulnya professor tersebut hanya memberi saya 1 pertanyaan, selanjutnya pewawancara Indonesia yang bertanya.
· Usahakan untuk meyakinkan pewawancara bahwa kita tahu apa yang di inginkan dan apa yang harus dilakukan di Australia.
· Perkuat statement dengan bukti, misalkan ketika menyampaikan bahwa saya akan berusaha mempengaruhi kebijkaan pemerintah melalui tulisan, saya sodorkan contoh tulisan berupa buku dan artikel di Koran.
· Ngotot, kadang diperlukan, dengan cara yang sopan tentunya. Ketika saya akan memberikan dokumen pendukung yang saya rasa akan meambah nilai plus, pewawancara menolak, tetapi kemudian saya ambil satu lembar yang paling penting dan menyampaikan “I would really appreciate if you don’t mind to bring this document with you, because I already made an effort to get this letter”
· Penampilan, tidak kalah penting, jangan berdandan berlebihan, kenakan baju formal dengan warna netral, hitam, abu atau biru, kombinasi dua warna sudah cukup. Jangan juga terlalu santai, karena terkesan tidak serius dan tidak bisa menghargai diri sendiri maupun si pewawancara.
· Jadi intinya adalah persiapan, luangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengisi dan menyiapkan formulir dengan baik, berlatih IELTS sebelum tes, dan siapkan mental sebelum wawancara, jangan lupa berdoa dan meminta ijin (ridho) dari orang terkasih.
Good Luck
ADS Scholarship Selection, The Experience
“Success occurs when opportunity meet preparation”
Saya tidak tahu, apakah tulisan berikut ini dikategorikan sebagai cerita, pengalaman atau kumpulan tips, what ever it is, saya harap apa yang saya tuliskan dapat membantu teman-teman pejuang beasiswa, enjoy…
Beasiswa ADS adalah beasiswa yang diberikan pemerintah Australia melalui AusAID untuk sekolah di universitas di Australia. Terdapat 2 seleksi untuk diterima dalam beasiswa ini, pertama seleksi administrasi dan JST Interview (termasuk tes kemampuan bahasa Inggris, IELTS).
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses seleksi beasiswa ini (maaf ini berdasarkan pengalaman saya dan hasil konsultasi kesana- sini J)
1. Kelengkapan dokumen
a. Penting untuk melengkapi semua persyaratan yang diminta, Pelajari form dan petunjuk pengisian dengan seksama, jangan sampai ada persyaratan yang terlewat, berkas aplikasi yang tidak lengkap kemungkinan tidak akan lolos sortir dan jelas tidak terbaca sama sekali. Bila ada dokumen yang tidak bisa disertakan pada saat itu, sertai keterangan, misalkan sertifikat IELTS tidak bisa disatukan dengan berkas karena akan dikirim oleh IALF, sisipkan lembaran yang menerangkan hal tersebut dan cantumkan kontak person IALF. Dokumen yang lengkap dan benar menandakan bahwa kita adalah pelamar serius.
b. Ingat! Legalisir semua dokumen yang di-copy, minimal diberi tanda “original sight” oleh IDP.
2. Pengisian Formulir
a. Formulir diisi dengan huruf CETAK, bukan huruf kapital.
b. Terdapat 4 bidang prioritas pembangunan kerjasama Indonesia – Australia dan salah satu bidang pembangunan mungkin highly competitive dibandingkan dengan yang lain. Pilih salah satu bidang yang memang benar-benar sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan, atau jika tidak ada hubungannya dengan salah satu bidang tersebut, walaupun disediakan kolom bagi pelamar dengan background yang tidak sesuai, usahakan untuk mengaitkan background dengan PDA. Consider wisely to choose the PDA.
c. Gunakan bahasa yang sederhana, jelas dan mudah dimengerti. Sampaikan bahwa apa yang kita lakukan di masa lalu, masa sekarang dan masa depan, memberikan dampak yang besar untuk orang sekitar. Selalu berikan contoh dan bukti dengan fakta dan data.
d. Dalam kolom isian “pekerjaan yang diharapkan setelah selesai studi”, hal yang paling penting adalah menjelaskan bagaimana studi tersebut dapat bermanfaat untuk menghadapi tantangan dalam pekerjaan tersebut.
e. Kontribusi setelah selesai studi: Sampaikan cita-cita, pekerjaan atau rencana di masa depan yang mudah diukur. Jangan terjebak menggunakan bahasa metaphor yang klise. Seperti “setelah mendapat gelar master di Australia saya yakin akan dapat memberikan kontribusi yang berarti untuk kejayaan bangsa Indonesia”
3. Bocoran untuk Riset student dari sumber terpercaya: banyak riset student yang tidak lulus karena kurang memahami hipotesis, metodologi dan orisinalitas materi. Most important thing:
a. What is your original contribution to the body of knowledge
b. Pekerjaan
4. The CV
a. Consistency is the point! Hanya masukan informasi yang berkaitan dengan background pendidikan, dan bidang pekerjaan. Usahakan selaras dengan apa yang disampaikan di form dan ketika wawancara juga.
b. Usahakan tidak lebih dari 3 lembar.
c. Buat dalam format yang sederhana dan mudah dibaca
5. IELTS Test
Format IELTS sama sekali berbeda dengan TOEFL, jika belum tahu tes IELTS, sangat penting untuk BERLATIH! Ketika saya tes, dua orang peserta salah mengisikan jawaban listening ke kolom jawaban reading. Kemudian ada yang tidak mengetahui bahwa pada Listening IELTS tidak disebutkan nomor pertanyaan seperti pada TOEFL, akhirnya ia hanya menjawab 2 dari 4 section!
6. JST Interview
· Interview adalah tes yang paling menentukan pada keseluruhan proses ini. Intinya adalah untuk menilai apakah kelayakan calon kandidat untuk mendapatkan beasiswa dan mengetahui kesiapan untuk belajar di Australia.
· Pelamar master biasanya hanya ditanyai seputar pilihan Universitas dan pengetahuan mengenai universitas tersebut dan lingkungan pendukung.
· Sedangkan pelamar program riset lebih banyak ditanya mengenai riset dan metode penelitiannya.
· Persiapkan wawancara dengan baik, kuasai apa yang ditulis di formulir aplikasi dan CV. Sebaiknya hal-hal yang dituliskan di dalam formulir aplikasi dan CV dibuat menjadi sebuah ringkasan atau semacam tulisan. Sehingga memudahkan kita untuk tetap berbicara on the track pada saat wawancara. Tetapi ketika wawancara usahakan menjawab pertanyaan se-natural mungkin.
· Persiapan mental adalah hal yang penting, saya berusaha menanamkan dalam pikiran saya bahwa mereka adalah rekan yang akan menanyakan tentang kesiapan sekolah saya. Tapi tetap saja saya gugup ketika wawancara dan sempat meminta waktu untuk menarik nafas saking gugupnya. Setelah itu saya bisa lebih menguasai diri.
· Pewawancara akan menghargai usaha yang telah kita lakukan untuk persiapan sekolah, sampaikan usaha apa saja yang telah dilakukan berkaitan dengan hal tersebut. Pertanyaan pertama yang saya dapatkan dari pewawancara (Prof. dari Univ. of Tasmania) mengapa anda memilih University of Queensland? Saya jawab “ saya sarjana komunikasi yang mengajar di jurusan komunikasi dan berminat dengan bidang komunikasi untuk perubahan social. Saya sudah browsing di internet dan mendatangi agen pendidikan Australia untuk mencari tahu universitas yang menawarkan bidang tersebut, ada 3 universitas, yaitu McQuarie Uni, New Castle dan The Uq..” pewawancara langsung memotong dan terlihat terkesan, “oh jadi anda sudah melakukan riset dan mencari tahu” saya lanjut “ ya, dan ternyata di Mc Quarie dan New Castle bidang tersebut hanya diberikan sebagai salah satu mata kuliah di jurusan XX (saya lupa). hanya UQ satu-satunya uni yang menawarkan spesialisasi komunikasi untuk perubahan social, dan ketika saya melihat course listnya saya langsung merasa bahwa THIS IS REALLY WHAT I WANT TO LEARN AND WHAT I NEED TO LEARN” si professor langsung memotong “so you know exactly, ok, I’m done!” . jadi sebetulnya professor tersebut hanya memberi saya 1 pertanyaan, selanjutnya pewawancara Indonesia yang bertanya.
· Usahakan untuk meyakinkan pewawancara bahwa kita tahu apa yang di inginkan dan apa yang harus dilakukan di Australia.
· Perkuat statement dengan bukti, misalkan ketika menyampaikan bahwa saya akan berusaha mempengaruhi kebijkaan pemerintah melalui tulisan, saya sodorkan contoh tulisan berupa buku dan artikel di Koran.
· Ngotot, kadang diperlukan, dengan cara yang sopan tentunya. Ketika saya akan memberikan dokumen pendukung yang saya rasa akan meambah nilai plus, pewawancara menolak, tetapi kemudian saya ambil satu lembar yang paling penting dan menyampaikan “I would really appreciate if you don’t mind to bring this document with you, because I already made an effort to get this letter”
· Penampilan, tidak kalah penting, jangan berdandan berlebihan, kenakan baju formal dengan warna netral, hitam, abu atau biru, kombinasi dua warna sudah cukup. Jangan juga terlalu santai, karena terkesan tidak serius dan tidak bisa menghargai diri sendiri maupun si pewawancara.
· Jadi intinya adalah persiapan, luangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengisi formulir dan menyiapkan formulir dengan baik, berlatih IELTS sebelum tes, dan siapkan mental sebelum wawancara, jangan lupa doa dan ijin dari orang terkasih.
Good Luck J