Model Perencanaan PR Enam Langkah

May 18th, 2011 by syifa
0

Model Perencanaan PR Enam Langkah

SYIFA SA

IKOM FISIP UPN “VETERAN” JATIM

Public Relations is about reputation  comes from

– what we do

– what we say

– what others say about us

Model Perencanaan PR Enam Langkah
Jefkins

  1. Pengenalan Situasi
  1. Penetapan Tujuan
  2. Definisi Khalayak
  3. Pemilihan Media dan Teknik-teknik PR
  4. Perencanaan Anggaran
  5. Pengukuran Hasil

A1. Pengenalan Situasi

  • Analisa situasi merupakan kumpulan lengkap atas segala yang diketahui mengenai situasi, sejarah, kekuatan yang mempengaruhi, dan pihak-pihak yang terlibat atau terkena pengaruh baik internal maupun eksternal.
  • Berisi semua latar belakang informasi yang dibutuhkan untuk mendeskripsikan secara detail makna sebuah problem statement.
  • Hasil dari analisis situasi akan menjadi “buku fakta” bagi praktisi PR.
  • Analisa situasi menjadi dasar pertimbangan bagi praktisi PR dalam menentukan program aksi dan komunikasi yang akan diimplementasikan

A2. Metode pengenalan situasi

  • Survey untuk mengungkapkan pendapat, sikap masyarakat, atau citra organisasi di mata khalayaknya.
  • Pemnatauan berita di media massa
  • Tinjauan trehadap angka dan grafik penjualan
  • Tinjauan terhadap kondisi persaingan pada umumnya di pasar
  • Tinjauan fluktuasi harga saham (go public: survey pendapat pelaku pasar bursa, penafsiran angka deviden, penelaahan data dan neraca keuangan)
  • Situasi hubungan industri pada umumnya ( frekuensi pemogokan, protes terhadap suatu kebijakan misal, gaji, fasilitas kerja dsb)
  • Kondisi dan pengaruh cuaca
  • Frekuensi keluhan konsumen, penerimaan produk, serta laporan atas hasil uji coba produk pasar.
  • Diskusi mendalam dengan para petugas penjualan serta para distributor
  • Tinjauan harga produk dan fluktuasinya
  • Kajian secara mendalam terhadap berbagai kekuatan pasar mulai dari yang bersifat ekonomis, sosial, hingga yang berdimensi politis.
  • Sikap dan pendapat opinion leader

B1. Penetapan Tujuan

B1.1. Analisa situasi memperjelas masalah yang akan dihadapi

B1.2. Ada 2 jenis tujuan:

  1. Informasional, menciptakan awareness, memperluas pengertian, dan menginformasikan publik.
  2. Motivasional, berusaha mempengaruhi publik melakukan sesuatu seperti memberi donasi, membeli produk, membeli tiket konser amal, dll.

B1.3. Pernyataan tujuan harus mengandung 2 elemen: komponen yang terukur dan tenggat waktu.

C1. Definisi Khalayak

C1.1. Menargetkan pesan ke publik general sangat tidak efisien

C1.2. PR plan menargetkan 2 jenis publik:

  1. Publik primer: usia, gender, ras, lokasi, pendidikan, pendapatan, profesi, agama, preferensi konsumen, gaya hidup, perilaku konsumsi produk.
  2. Publik sekunder: publik lain bisa jadi penting atau bisa juga diabaikan karena keterbatasan sumber daya.

C1.3. PR plan harus mendeskripsikan tiap publik dan mengapa mereka penting bagi aktivitas PR

D1. Pemilihan Media dan Teknik-teknik PR

  • Pemilihan metode penyampaian pesan komunikasi kepada audiens memegang peranan [penting dalam mennetukan dampak dan efektifitas.
  • Riset
  • Media relations
  • Printed materials: brosur, leaflet. Flyers
  • Annual reports
  • Newsletters
  • Direct mail
  • Design and production: bringing it all together
  • Branding and consistency
  • Videos, DVDs and CD-ROMs
  • Photography
  • Speeches
  • Presentations
  • Using celebrities and spokespeople
  • Events
  • Community meetings
  • Advertising
  • Community service announcements
  • sponsorship

E1. Perencanaan Anggaran

E1.1. Alasan penyusunan anggaran:

  1. Mengetahui kebutuhan dana program/ kegiatan
  2. Setelah diketahui kegiatan apa saja yang dapat dilaksanakan, anggaran dapat menjadi pedoman atau daftar kerja
  3. Manajer dapat menilai program kerja mana saja yang sesuai dengan perusahaan (evaluasi manajemen)
  4. Prioritas kegiatan dan batasan anggaran

F1. Pengukuran Hasil

  • Berdasarkan tingkat liputan
  • Berdasarkan data statistik peringkat dan jumlah khalayak
  • Evaluasi berdasarkan sumber
  • Pengumpulan pendapat
  • Evaluasi berdasarkan umpan balik statistik langsung
  • Umpan balik media
  • Pengukuran peningkatan pemahaman
Posted in Uncategorized

MEDIA INTERNAL PR

May 18th, 2011 by syifa
1

MEDIA INTERNAL PR

SYIFA SA

MEDIA INTERNAL

Fungsi Media Internal (Rosady Ruslan):

  • Media hubungan komunikasi internal dan ekstrenal dalam upaya pencapaian pesan-pesan perusahaan kepada pemilik (shareholder), khlayaak terkait (stakeholder) mengenai aktivitas perusahaan, manfaat produk barang dan jasa.
  • Ajang komunikasi antar karyawan. Misalnya: kegiatan usaha, wisata, kegiatan karyawan.
  • Media bagi staf PR dalam tulis menulis
  • Nilai tambah bagi PR untuk menerbitkan in house journal yang bermutu, terbit berkala dan teratur, penmapilan profesional, lay out dan isi yang ditata apik, cover menarik

KHALAYAK MEDIA INTERNAL

  • Pegawai/ anggota
  • Distributor
  • Pemasok/mitra usaha
  • Investor
  • Konsumen
  • Pemerintah
  • Masyarakat
  • Tokoh berpengaruh

KEGIATAN MEDIA INTERNAL

  • Menetapkan target dasar dan tujuan dari media internal
  • Memperhitungkan sumberdaya manusia dan biaya untuk pelaksanaan media internal
  • Menetapkan skala prioritas untuk waktu operasi serta optimalisasi penggunaan tenaga kerja, dan berbagai sumberdaya lainnya.
  • Menentukan kelayakan pelaksanaan setiap upaya yang hendak dilakukan sesuai dengan dana, staf, serta kecukupan peralatan yang ada.

KARAKTERISTIK MEDIA INTERNAL

  • Jangkauan serta pembaca humas internal harus dikenali karena akan mempengaruhi gaya dan kandungan isi jurnal
  • Besar kecilnya kuantitas penerbitan akan mempengaruhi metode produksi dan kualitas materi maupun kandungan isinya.
  • Jurnal harus diterbitkan secara berkala dan teratur dan memiliki tanggal publikasi yang tetap
  • Biasanya isi jurnal berisi uraian hal-hal yang sudah terjadi
  • Setiap jurnal hendaknya memiliki ciri khas berkaitan dengan isinya
  • Jurnal internal harus disesuaikan dengan keseluruhan program humas dan jadi wahana untuk mencapai khalayak yang hendak dituju.

BENTUK MEDIA INTERNAL

Frank Jefkins:

The sales bulletin

The Newsletter

The Magazine

Tabloid Newsletter

The Wall Newspaper

BENTUK MEDIA INTERNAL

Linggar Anggoro

  • Newsletter
  • Koran atau Tabloid
  • Majalah Dinding
  • Majalah
  • Cetakan Khusus

MEDIA UMUM VS MEDIA PR

TEKNIK PENULISAN NASKAH KEHUMASAN
(Rosady Ruslan)

  • Persiapan dalam menggarap tulisan, gaya bahasa, mengangkat topik, merancang tujuan publikasi.
  • Akurasi:keakuratan informasi publikasi dapat dipercaya
  • Bahasa:
  • Kalimat aktif, gaya bahasa formal, gaya penulisan enak dibaca, kosa kata terpilih padat dan singkat
  • Ekslusivitas dan relevansi: produk publikasi mengandung hal penting dan memiliki misi hubungan tertentu bagi kepentingan perusahaan
  • Latar belakang penulisan (background): pelengkap ayau bermanfaat untuk menunjang informasi
  • ASSETO Formula
  • ASSETO Formula
  • Audience
  • Structure: bentuk struktur, teknis sistematika isi pesan, daftar isi, jenis tulisan.
  • Style: gaya penulisan, apakah faktual, aktual atau informatif termasuk pengelolaan rubrik, judl, bahasa, desain menarik
  • Editing: model tata bahasa atau kaidah bahasa, gaya bahasa sesuai dengan format yang baku
  • Topic: pokok bahasan, materi dan tema
  • Objective: tujuan dari media komunikasi yang bersangkutan

BENTUK TULISAN DALAM MEDIA INTERNAL

  • Berita langsung
  • Karangan khas
  • Laporan mendalam
  • Kolom opini
  • artikel
Posted in Uncategorized

ADS Scholarship Selection, The Experience

March 4th, 2011 by syifa
0

ADS Scholarship Selection, The Experience

“Success occurs when opportunity meet preparation”

Saya tidak tahu, apakah tulisan berikut ini dikategorikan sebagai cerita, pengalaman atau kumpulan tips, what ever it is, saya harap apa yang saya tuliskan dapat membantu teman-teman pejuang beasiswa, enjoy…

Beasiswa ADS adalah beasiswa yang diberikan pemerintah Australia melalui AusAID untuk sekolah di universitas di Australia. Terdapat 2 seleksi untuk diterima dalam beasiswa ini, pertama seleksi administrasi dan JST Interview (termasuk tes kemampuan bahasa Inggris, IELTS).

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses seleksi beasiswa ini (maaf ini berdasarkan pengalaman saya dan hasil konsultasi kesana- sini :)

1. Kelengkapan dokumen

a. Penting untuk melengkapi semua persyaratan yang diminta, Pelajari form dan petunjuk pengisian dengan seksama, jangan sampai ada persyaratan yang terlewat, berkas aplikasi yang tidak lengkap kemungkinan tidak akan lolos sortir dan jelas tidak terbaca sama sekali. Bila ada dokumen yang tidak bisa disertakan pada saat itu, sertai keterangan, misalkan sertifikat IELTS tidak bisa disatukan dengan berkas karena akan dikirim oleh IALF, sisipkan lembaran yang menerangkan hal tersebut dan cantumkan kontak person IALF. Dokumen yang lengkap dan benar menandakan bahwa kita adalah pelamar serius.

b. Ingat! Legalisir semua dokumen yang di-copy, minimal diberi tanda “original sight” oleh IDP.

2. Pengisian Formulir

a. Formulir diisi dengan huruf CETAK, bukan huruf kapital.

b. Terdapat 4 bidang prioritas pembangunan kerjasama Indonesia – Australia dan salah satu bidang pembangunan mungkin highly competitive dibandingkan dengan yang lain. Pilih salah satu bidang yang memang benar-benar sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan, atau jika tidak ada hubungannya dengan salah satu bidang tersebut, walaupun disediakan kolom bagi pelamar dengan background yang tidak sesuai, usahakan untuk mengaitkan background dengan PDA. Consider wisely to choose the PDA.

c. Gunakan bahasa yang sederhana, jelas dan mudah dimengerti. Sampaikan bahwa apa yang kita lakukan di masa lalu, masa sekarang dan masa depan, memberikan dampak yang besar untuk orang sekitar. Selalu berikan contoh dan bukti dengan fakta dan data.

d. Dalam kolom isian “pekerjaan yang diharapkan setelah selesai studi”, hal yang paling penting adalah menjelaskan bagaimana studi tersebut dapat bermanfaat untuk menghadapi tantangan dalam pekerjaan tersebut.

e. Kontribusi setelah selesai studi: Sampaikan cita-cita, pekerjaan atau rencana di masa depan yang mudah diukur. Jangan terjebak menggunakan bahasa metaphor yang klise. Seperti “setelah mendapat gelar master di Australia saya yakin akan dapat memberikan kontribusi yang berarti untuk kejayaan bangsa Indonesia”

3. Bocoran untuk Riset student dari sumber terpercaya: banyak riset student yang tidak lulus karena kurang memahami hipotesis, metodologi dan orisinalitas materi. Most important thing:

a. What is your original contribution to the body of knowledge

b. Pekerjaan pada saat ini dan yang akan dilakukan mendatang

4. The CV

a. Consistency is the point! Hanya masukan informasi yang berkaitan dengan background pendidikan, dan bidang pekerjaan. Usahakan selaras dengan apa yang disampaikan di form dan ketika wawancara juga.

b. Usahakan tidak lebih dari 3 lembar.

c. Buat dalam format yang sederhana dan mudah dibaca

5. IELTS Test

Format IELTS sama sekali berbeda dengan TOEFL, jika belum tahu tes IELTS, sangat penting untuk BERLATIH! Ketika saya tes, dua orang peserta salah mengisikan jawaban listening ke kolom jawaban reading. Kemudian ada yang tidak mengetahui bahwa pada Listening IELTS tidak disebutkan nomor pertanyaan seperti pada TOEFL, akhirnya ia hanya menjawab 2 dari 4 section!

6. JST Interview

· Interview adalah tes yang paling menentukan pada keseluruhan proses ini. Intinya adalah untuk menilai kelayakan kandidat untuk mendapatkan beasiswa dan mengetahui kesiapan untuk belajar di Australia.

· Pelamar master biasanya hanya ditanyai seputar pilihan Universitas dan pengetahuan mengenai universitas tersebut dan lingkungan pendukung.

· Sedangkan pelamar program riset lebih banyak ditanya mengenai riset dan metode penelitiannya.

· Persiapkan wawancara dengan baik, kuasai apa yang ditulis di formulir aplikasi dan CV. Sebaiknya hal-hal yang dituliskan di dalam formulir aplikasi dan CV dibuat menjadi sebuah ringkasan atau semacam tulisan. Sehingga memudahkan kita untuk tetap berbicara on the track pada saat wawancara. Tetapi ketika wawancara usahakan menjawab pertanyaan se-natural mungkin.

· Persiapan mental adalah hal yang penting, saya berusaha menanamkan dalam pikiran saya bahwa mereka adalah rekan yang akan menanyakan tentang kesiapan sekolah saya. Tapi tetap saja saya gugup ketika wawancara dan sempat meminta waktu untuk menarik nafas saking gugupnya. Setelah itu saya bisa lebih menguasai diri.

· Pewawancara akan menghargai usaha yang telah kita lakukan untuk persiapan sekolah, sampaikan usaha apa saja yang telah dilakukan berkaitan dengan hal tersebut. Pertanyaan pertama yang saya dapatkan dari pewawancara (Prof. dari Univ. of Tasmania) mengapa anda memilih University of Queensland? Saya jawab “ saya sarjana komunikasi yang mengajar di jurusan komunikasi dan berminat dengan bidang komunikasi untuk perubahan social. Saya sudah browsing di internet dan mendatangi agen pendidikan Australia untuk mencari tahu universitas yang menawarkan bidang tersebut, ada 3 universitas, yaitu McQuarie Uni, New Castle dan The Uq..” pewawancara langsung memotong dan terlihat terkesan, “oh jadi anda sudah melakukan riset dan mencari tahu” saya lanjut “ ya, dan ternyata di Mc Quarie dan New Castle bidang tersebut hanya diberikan sebagai salah satu mata kuliah di jurusan XX (saya lupa). hanya UQ satu-satunya uni yang menawarkan spesialisasi komunikasi untuk perubahan social, dan ketika saya melihat course listnya saya langsung merasa bahwa THIS IS REALLY WHAT I WANT TO LEARN AND WHAT I NEED TO LEARN” si professor langsung memotong “so you know exactly, ok, I’m done!” . jadi sebetulnya professor tersebut hanya memberi saya 1 pertanyaan, selanjutnya pewawancara Indonesia yang bertanya.

· Usahakan untuk meyakinkan pewawancara bahwa kita tahu apa yang di inginkan dan apa yang harus dilakukan di Australia.

· Perkuat statement dengan bukti, misalkan ketika menyampaikan bahwa saya akan berusaha mempengaruhi kebijkaan pemerintah melalui tulisan, saya sodorkan contoh tulisan berupa buku dan artikel di Koran.

· Ngotot, kadang diperlukan, dengan cara yang sopan tentunya. Ketika saya akan memberikan dokumen pendukung yang saya rasa akan meambah nilai plus, pewawancara menolak, tetapi kemudian saya ambil satu lembar yang paling penting dan menyampaikan “I would really appreciate if you don’t mind to bring this document with you, because I already made an effort to get this letter”

· Penampilan, tidak kalah penting, jangan berdandan berlebihan, kenakan baju formal dengan warna netral, hitam, abu atau biru, kombinasi dua warna sudah cukup. Jangan juga terlalu santai, karena terkesan tidak serius dan tidak bisa menghargai diri sendiri maupun si pewawancara.

· Jadi intinya adalah persiapan, luangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengisi dan menyiapkan formulir dengan baik, berlatih IELTS sebelum tes, dan siapkan mental sebelum wawancara, jangan lupa berdoa dan meminta ijin (ridho) dari orang terkasih.

Good Luck :)

ADS Scholarship Selection, The Experience

“Success occurs when opportunity meet preparation”

Saya tidak tahu, apakah tulisan berikut ini dikategorikan sebagai cerita, pengalaman atau kumpulan tips, what ever it is, saya harap apa yang saya tuliskan dapat membantu teman-teman pejuang beasiswa, enjoy…

Beasiswa ADS adalah beasiswa yang diberikan pemerintah Australia melalui AusAID untuk sekolah di universitas di Australia. Terdapat 2 seleksi untuk diterima dalam beasiswa ini, pertama seleksi administrasi dan JST Interview (termasuk tes kemampuan bahasa Inggris, IELTS).

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses seleksi beasiswa ini (maaf ini berdasarkan pengalaman saya dan hasil konsultasi kesana- sini J)

1. Kelengkapan dokumen

a. Penting untuk melengkapi semua persyaratan yang diminta, Pelajari form dan petunjuk pengisian dengan seksama, jangan sampai ada persyaratan yang terlewat, berkas aplikasi yang tidak lengkap kemungkinan tidak akan lolos sortir dan jelas tidak terbaca sama sekali. Bila ada dokumen yang tidak bisa disertakan pada saat itu, sertai keterangan, misalkan sertifikat IELTS tidak bisa disatukan dengan berkas karena akan dikirim oleh IALF, sisipkan lembaran yang menerangkan hal tersebut dan cantumkan kontak person IALF. Dokumen yang lengkap dan benar menandakan bahwa kita adalah pelamar serius.

b. Ingat! Legalisir semua dokumen yang di-copy, minimal diberi tanda “original sight” oleh IDP.

2. Pengisian Formulir

a. Formulir diisi dengan huruf CETAK, bukan huruf kapital.

b. Terdapat 4 bidang prioritas pembangunan kerjasama Indonesia – Australia dan salah satu bidang pembangunan mungkin highly competitive dibandingkan dengan yang lain. Pilih salah satu bidang yang memang benar-benar sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan, atau jika tidak ada hubungannya dengan salah satu bidang tersebut, walaupun disediakan kolom bagi pelamar dengan background yang tidak sesuai, usahakan untuk mengaitkan background dengan PDA. Consider wisely to choose the PDA.

c. Gunakan bahasa yang sederhana, jelas dan mudah dimengerti. Sampaikan bahwa apa yang kita lakukan di masa lalu, masa sekarang dan masa depan, memberikan dampak yang besar untuk orang sekitar. Selalu berikan contoh dan bukti dengan fakta dan data.

d. Dalam kolom isian “pekerjaan yang diharapkan setelah selesai studi”, hal yang paling penting adalah menjelaskan bagaimana studi tersebut dapat bermanfaat untuk menghadapi tantangan dalam pekerjaan tersebut.

e. Kontribusi setelah selesai studi: Sampaikan cita-cita, pekerjaan atau rencana di masa depan yang mudah diukur. Jangan terjebak menggunakan bahasa metaphor yang klise. Seperti “setelah mendapat gelar master di Australia saya yakin akan dapat memberikan kontribusi yang berarti untuk kejayaan bangsa Indonesia”

3. Bocoran untuk Riset student dari sumber terpercaya: banyak riset student yang tidak lulus karena kurang memahami hipotesis, metodologi dan orisinalitas materi. Most important thing:

a. What is your original contribution to the body of knowledge

b. Pekerjaan

4. The CV

a. Consistency is the point! Hanya masukan informasi yang berkaitan dengan background pendidikan, dan bidang pekerjaan. Usahakan selaras dengan apa yang disampaikan di form dan ketika wawancara juga.

b. Usahakan tidak lebih dari 3 lembar.

c. Buat dalam format yang sederhana dan mudah dibaca

5. IELTS Test

Format IELTS sama sekali berbeda dengan TOEFL, jika belum tahu tes IELTS, sangat penting untuk BERLATIH! Ketika saya tes, dua orang peserta salah mengisikan jawaban listening ke kolom jawaban reading. Kemudian ada yang tidak mengetahui bahwa pada Listening IELTS tidak disebutkan nomor pertanyaan seperti pada TOEFL, akhirnya ia hanya menjawab 2 dari 4 section!

6. JST Interview

· Interview adalah tes yang paling menentukan pada keseluruhan proses ini. Intinya adalah untuk menilai apakah kelayakan calon kandidat untuk mendapatkan beasiswa dan mengetahui kesiapan untuk belajar di Australia.

· Pelamar master biasanya hanya ditanyai seputar pilihan Universitas dan pengetahuan mengenai universitas tersebut dan lingkungan pendukung.

· Sedangkan pelamar program riset lebih banyak ditanya mengenai riset dan metode penelitiannya.

· Persiapkan wawancara dengan baik, kuasai apa yang ditulis di formulir aplikasi dan CV. Sebaiknya hal-hal yang dituliskan di dalam formulir aplikasi dan CV dibuat menjadi sebuah ringkasan atau semacam tulisan. Sehingga memudahkan kita untuk tetap berbicara on the track pada saat wawancara. Tetapi ketika wawancara usahakan menjawab pertanyaan se-natural mungkin.

· Persiapan mental adalah hal yang penting, saya berusaha menanamkan dalam pikiran saya bahwa mereka adalah rekan yang akan menanyakan tentang kesiapan sekolah saya. Tapi tetap saja saya gugup ketika wawancara dan sempat meminta waktu untuk menarik nafas saking gugupnya. Setelah itu saya bisa lebih menguasai diri.

· Pewawancara akan menghargai usaha yang telah kita lakukan untuk persiapan sekolah, sampaikan usaha apa saja yang telah dilakukan berkaitan dengan hal tersebut. Pertanyaan pertama yang saya dapatkan dari pewawancara (Prof. dari Univ. of Tasmania) mengapa anda memilih University of Queensland? Saya jawab “ saya sarjana komunikasi yang mengajar di jurusan komunikasi dan berminat dengan bidang komunikasi untuk perubahan social. Saya sudah browsing di internet dan mendatangi agen pendidikan Australia untuk mencari tahu universitas yang menawarkan bidang tersebut, ada 3 universitas, yaitu McQuarie Uni, New Castle dan The Uq..” pewawancara langsung memotong dan terlihat terkesan, “oh jadi anda sudah melakukan riset dan mencari tahu” saya lanjut “ ya, dan ternyata di Mc Quarie dan New Castle bidang tersebut hanya diberikan sebagai salah satu mata kuliah di jurusan XX (saya lupa). hanya UQ satu-satunya uni yang menawarkan spesialisasi komunikasi untuk perubahan social, dan ketika saya melihat course listnya saya langsung merasa bahwa THIS IS REALLY WHAT I WANT TO LEARN AND WHAT I NEED TO LEARN” si professor langsung memotong “so you know exactly, ok, I’m done!” . jadi sebetulnya professor tersebut hanya memberi saya 1 pertanyaan, selanjutnya pewawancara Indonesia yang bertanya.

· Usahakan untuk meyakinkan pewawancara bahwa kita tahu apa yang di inginkan dan apa yang harus dilakukan di Australia.

· Perkuat statement dengan bukti, misalkan ketika menyampaikan bahwa saya akan berusaha mempengaruhi kebijkaan pemerintah melalui tulisan, saya sodorkan contoh tulisan berupa buku dan artikel di Koran.

· Ngotot, kadang diperlukan, dengan cara yang sopan tentunya. Ketika saya akan memberikan dokumen pendukung yang saya rasa akan meambah nilai plus, pewawancara menolak, tetapi kemudian saya ambil satu lembar yang paling penting dan menyampaikan “I would really appreciate if you don’t mind to bring this document with you, because I already made an effort to get this letter”

· Penampilan, tidak kalah penting, jangan berdandan berlebihan, kenakan baju formal dengan warna netral, hitam, abu atau biru, kombinasi dua warna sudah cukup. Jangan juga terlalu santai, karena terkesan tidak serius dan tidak bisa menghargai diri sendiri maupun si pewawancara.

· Jadi intinya adalah persiapan, luangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengisi formulir dan menyiapkan formulir dengan baik, berlatih IELTS sebelum tes, dan siapkan mental sebelum wawancara, jangan lupa doa dan ijin dari orang terkasih.

Good Luck J

Posted in Uncategorized

Kimchiiiii….

February 12th, 2011 by syifa
0

saat pertama kali berkenalan dengan kimchi, student buddy ku berkata “rata-rata orang non korea kalo makan kimchi akan ada dua kemungkinan, pertama mereka tidak suka dan tidak akan pernah suka dengan kimchi kemungkinan kedua mereka akan suka and get addicted, hanya ada dua kemungkinan itu!!” jelasnya dengan PD, ah masa sih, pikirku.

kulihat baik-baik makanan di depanku, penampilannya tampak seperti asinan, secara  sebagai orang sunda jenis makanan yang dibuat dari sayuran dan diberi bumbu cabai sudah tidak asing lagi bagiku. sawi putih, dengan bumbu merah, cukup menggoda, kucium sedikit baunya, ugh! terasa aroma pedas dan… anyir! kucoba dan… waw!!! asem dan pedasssshhhhh….sumpah!!! kutebak-tebak kira-kira apa gerangan bumbu makanan ini, sedikit kurasakan ada aroma ikan, terasi mungkin pikirku (tapi masak sih ada terasi di Korea?)si segar nan pedasshhh..., dan yang paling kuat aromanya adalah, garlic! alias bawang putih dan tentu saja aroma cabai, samar-samar juga sedikit terasa aroma jahe. itu hanya perkiraanku, dari rasa yang kucicipi. yang ternyata memang enak, segar, pedas sekaligus gurih, dan asam. o ya, yang tidak kumengerti darimana rasa asam ini  datangnya. apakah dari cuka, lemon atau, aku gak bisa mengira-ngira.

dan faktanya adalah:

  • seminggu pertama aku diare gara-gara setiap makanan yang dihidangkan di korea pasti dilengkapi makanan pelengkap,  dan yang paling wajib adalah kimchi (kimchi, timun, lobak, sawi) (profesorku bilang :seakan-akan orang korea bakal mati kalo gak makan kimchi!). dan gak ada kimchi yang gak pedas dan gak asam.
  • aku merasa (lama-lama) berbau seperti orang korea. (kupikir orang korea, termasuk hawanya, suasananya dan orangnya punya bau yang khas, bau kimchi!)
  • i become addicted to kimchi! oh God!
  • hampir di setiap toilet (di korea maksudnya) pasti aja ada orang yang lagi gosok gigi (pasti mereka abis makan kimchi yang baunya minta ampyun!) dan you know what? di setiap toko, toko apapun itu bahkan toko buku dan toko potocopy pasti mereka menyediakan/menjual perlengkapan gosok gigi…
  • sampai ada lemari es khusus buat kimchi lhoo..
  • orang korea bilang “kimchiii” kalo mau poto, kayak orang barat bilang “cheesee…”
  • kimchi disebut sebagai salah satu dari 5 makanan tersehat di dunia! (Health Magazine)
  • mengandung kadar serat makanan tinggi, dan berkalori rendah.  kaya dengan vitamin A, thiamine (B1), riboflavin (B2), kalsium, zat besi, dan bakteri asam laktat yang baik untuk pencernaan.
  • selain kaya dengan vitamin, kimchi juga membantu pencernaan, dan kemungkinan dapat mencegah kanker.  Sayuran yang sudah lama diketahui baik untuk kesehatan, apalagi ditambah kultur bakteri hidup pada kimchi yang lebih banyak dari yogurt. Pemakaian cabai merah dalam jumlah banyak pada kimchi juga sering disebut-sebut baik untuk kesehatan.

nah itu dia faktanya, saking tergila-gilanya sama kimchi, aku sampai searching gmana cara bikin kimchi, walaupun bikinnya agak ribet (karena harus difermentasi selama 3-6 hari) tetap aja aku jabanin, dan ibuku amat sangat benci ketika aku bikin kimchi di rumah, katanya “bau bangkai cecak!!!)

tapi bagiku kimchi tetap kimchi and i do love kimchi!!!!

(sampai aku rela mengeluarkan uang beberapa ratus ribu makan di resto korea, demi makan kimchii… hix…)

Posted in Uncategorized

IELTS, What it is about?

February 10th, 2011 by syifa
0
The Result

Hasil setelah 3 kali tes IELTSya IELTS dengan TOEFL? Terus terang saya tidak pernah mencoba internatonal TOEFL baik Paper Based (PBT) ataipun Internet based (iBT), saya baru mencoba ITP TOEFL beberapa kali dan hasil terakhir 550. Jadi saya coba jawab pertanyaan tersebut berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mengambil tes ITP TOEFL dan IELTS.

Seorang kawan bertanya, apa bedanya IELTS dengan TOEFL? Terus terang saya tidak pernah mencoba internatonal TOEFL baik Paper Based (PBT) ataipun Internet based (iBT), saya baru mencoba ITP TOEFL beberapa kali dan hasil terakhir 550. Jadi saya coba jawab pertanyaan tersebut berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mengambil tes ITP TOEFL dan IELTS.

Dalam ITP TOEFL terdapat 3 section, Listening, Structure dan Reading. Enaknya dalam toefl ini rekaman dalam listening relative lebih simple dan yang ditanyakan biasanya tentang si pembicara 2, yang memudahkan juga, setiap awal pertanyaan selalu ada aba-aba, section one question number one, dst. Sehingga kita tahu sedang mengerjakan nomer berapa. Sementara dalam listening IELTS tidak ada petunjuk seperti itu, selama recording diputar biasanya memperdengarkan percakapan sederhana, iklan dan ceramah akademik tanpa ada petunjuk saat itu sedang diputar rekaman untuk nomer berapa. Ini yang sering mengecoh, kadang kandidat berpikir keras sambil memasang telinga dan memelototi salah satu soal padahal rekaman sudah berjalan untuk beberapa nomer ke depan, kalau panic, kacau sudah! Selain itu rekaman tidak selalu muncul berurutan sesuai dengan soal. Kita memang harus dituntut untuk banyak berlatih.

Structure merupakan bagian yang tidak saya sukai, baik bagian multiple choice ataupun mencari kata yang salah dalam kalimat. Walaupun saya berusaha keras belajar grammar, tetap saja ketika mengerjakan saya biasanya hanya mengandalkan feeling, kira-kira kalimat tersebut enaknya gimana. Jadi saya tidak bisa berbicara banyak tentang bagian ini :D

Untungnya, di IELTS tidak ada bagian tes yang secara spesifik menguji grammar seperti pada TOEFL J

Kekurangan ITP TOEFL, kemampuan kita yang lain tidak bisa terlihat, seperti writing dan speaking. Kalau di IELTS, kita diuji dalam 4 kemampuan, Listening, Reading, Speaking dan Writing. Jadi kalau kita lemah dalam salah satu skill, nilai kita masih bisa tinggi kalau bisa dalam skill yang lain.

ruginya, kita harus tahu, paham grammar, vocabulary, istilah terbaru dlm bhs inggris, berpengetahuan luas dan bisa mengaplikasikannya dalam tes IELTS

contohnya, reading toefl bahannya sedikit dan pertanyaannya simple, reading IELTS bahannya diambil dr artikel majalah atau jurnal ilmiah dan pertanyaanya bertingkat mudah-sulit-sangat sulit

Listening lebih sulit dr toefl dan yg sangat merugikan dan seringkali bikin kesal, dalam reading dan listening kalo jawaban kita betul tapi grammarnya salah, kelebihan kata/ huruf, atau salah eja, itu dianggap salah, misalkan jawabannya picked up tp kita jawab pick,salah. jawaban smells kita jawab smell, salah jawaban Brown kita jawab brown gk pk kapital salah jg atau kita jawab “the first class” ternyata kita diminta menjawab hanya dua kata. klo salahnya krn hal sepele sperti itu biasanya….nyesek bangeds!

Speaking waktunya sekitar 15 menit kita akan dialog sama bule, kita dituntut untuk bisa berbicara, menjawab pertanyaan (harus nyambung) dan tidak lupa pake grammar pas jawab. ini repot, kadang saking gugupnya kita lost gak tau mau bicara apa, apalagi inget grammar. sialnya lg klo kita pas ditanya hal2 yg diluar pengetahuan kita misalkan : what is the definition oh happiness? Can you explain the relationship between happiness and advertisement? Can you tell me recreation near water around your city (apa bedanya antara recreation near water, water recreation and in water recreation coba?) how former people and people recently define happiness? Why grandparents nowadays up bringing the children? Pertanyaan ini yg saya dapat waktu speaking test, untung saja malam sebelum tes  saya sempat nemu istilah up bringing yang artinya mengasuh, klo gak tau artinya up bringing pasti saya ngelantur jawab pertanyaan tadi. Di speaking test ini kita harus bisa memberikan jawaban dengan tenses yang variatif. Present, past, future tenses-nya harus ada.

Writing! The most challenging part! ( sebetulnya saya pengen nulis the most horrible part!) kita diberi waktu satu jam untuk membuat dua macam tulisan. Task 1, soal biasanya berupa grafik, bisa diagram batang, pie chart atau semacanya atau diagram suatu alat, proses atau prosedur. Kita diminta untuk mendeskripsikan diagram tersebut dalam 150 kata. Task 2, biasanya kita diberi sebuah pernyataan/ permasalahan dan diminta untuk membuat tulisan berkaitan dengan pernyataan atau permasalahan tersebut. Kita harus bisa menterjemahkan soal, apakah yang diminta itu argument, two side argument, cause and effect, atau bentuk yang lain. Task 2 ini harus ditulis dalam 250 kata TIDAK KURANG! Tantangannya: bagi yang tidak biasa menulis, jelas repot, ngarang pake bahasa Indonesia saja susah apalagi pake bahasa inggris. Grammar, vocabulary, tenses harus benar. dan kita dituntut banyak tahu, banyak baca dan dengar supaca bisa menulis. (klo gak ad ide, repot juga). Topic task 2 bisa tentang climate change, robot, obesitas, anti social behavior, sport education dll.

Begitulah sekilas IELTS, menyenangkan bukan! Believe me this is really fun, walaupun saya beberapa kali kecewa dengan hasilnya, tapi mempelajari dan mempersiapkan IELTS itu menyenangkan!

Ok, mengenai detil bentuk Tes IELTS, saya akan bahas di tulisan selanjutnya.

Posted in Uncategorized

Made in China Part 1

July 13th, 2010 by syifa
0

Ketika berkesempatan untuk mengikuti International Summer School di Ajou University South Korea, banyak sekali kejadian menarik, aneh dan sekaligus unik. salah satunya kejadian berikut ini:

Seperti biasanya kami pergi ke kantin fakultas kedokteran Ajou University untuk makan siang. Kami memilih makan siang di sana karena tempatnya nyaman, ramah dan yang terpenting murah!. Bila dibandingkan kalau makan di luar areal kampus. Agak lebih mahal sebenarnya bila dibandingkan dengan kantin asrama, tapi tempatnya lebih bersih dan menyenangkan. Selain itu, kami bisa melihat calon-calon dokter muda dan ganteng seperti Won Bin yang lalu lalang.

Untuk mencapai kantin, kami harus melewati tangga, di tengah perjalanan, Sana Maria Tolvanen, teman kami dari Finlandia tiba-tiba menjerit “auch!”. Dia membungkuk, melepas sepatunya, lalu membalikan badan dan berbicara kepada kami yang berjalan di belakangnya “my highheels are broken”. Fei wang, yang berasal dari Cina langsung berkomentar kurang lebih bunyinya seperti ini” dasar orang Korea! Memang mereka itu gak becus, bikin sandal aja murahan begitu, gampang copot, aku gak suka produk buatan Korea!”. Tiba-tiba Sana berkacak pinggang, dengan satu tangannya, ia menyodorkan sendalnya yang putus, mendelik dan bilang “just for your information, this stuff is MADE IN CHINA!”

Fei Wang langsung terdiam dan melengos, aku cuma mesam-mesem sambil memperhatikan sendal jinjit-nya Sana.

Posted in Uncategorized

Hello world!

June 24th, 2010 by syifa
1

Welcome to Weblogs UPN Veteran Jatim. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Posted in Uncategorized